Senin, 10 Oktober 2016

ESTETIKA KONTEMPORER DAN ESTETIKA TIMUR

PENDIDIKAN SENI RUPA DAN KERAJINAN TANGAN SD
ESTETIKA KONTEMPORER DAN ESTETIKA TIMUR
Makalah

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan SD Prodi PGSD pada Semester Tiga Tahun Ajaran 2016/2017
Dosen Pengajar : Bapak Muhammad Reyhan Florean, M.Pd.




oleh :

            1.    Yuwina Apriliya Putriyani              (15186206031)
            2.    Ajeng Putri Wijayanti                     (15186206037)
            3.    Bagus Pria Atmaja                          (15186206104)

Prodi PGSD III-B

STKIP PGRI TULUNGAGUNG
Jalan Mayor Sujadi No. 7 Telp ./Fax 0355-321426
TULUNGAGUNG
2016



KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami semua, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas yang telah diberikan kepada kami berupa makalah yang berjudul Estetika Kontemporer dan Estetika Timur. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah pada Rasulullah Muhammad SAW.
Makalah ini kami susun sebagai tugas yang diberikan dari mata kuliah Pendidikan Seni Rup dan Kerajinan Tangan SD Prodi PGSD III-B pada semester 3 tahun ajaran 2016/2017. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih atas bimbingan dan kerja sama kepada :
1.      Bapak Muhammad Reyhan Florean, M.Pd., selaku dosen Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan SD yang telah memberikan bimbingan dan membina penulis dalam menyelesaikan makalah ini;
2.      semua keluarga penulis yang telah memberikan dukungan kepada penulis baik material maupun yang lainnya;
3.      serta teman-teman penulis yang membantu dalam penulisan makalah ini.
Atas segala partisipasi dari semua pihak yang telah membantu, kami ucapkan jazakumullahu khairan katsiraa. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca pada umumnya.
Penulis menyadari makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karena keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang kiranya dapat kami gunakan sebagai masukan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Tulungagung, 10 Oktober 2016


                                                                                                          Kelompok 6
                








DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................. 2         
C. Tujuan Penulisan................................................................................................... 2
D. Manfaat Penulisan................................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Estetika................................................................................................ 3
B. Estetika Kontemporer........................................................................................... 3
C. Estetika Timur....................................................................................................... 9

BAB III PENUTUP 
A. Simpulan .............................................................................................................. 13
B. Saran ..................................................................................................................... 13

DAFTAR RUJUKAN............................................................................................. iv




  





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pendidikan Seni Rupa yang berfungsi sebagai dasar keilmuan akan memberikan landasan konseptual bagi mata pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian. Dalam ilmu pendidikan seni rupa, terdapat kerangka teoretik yang sangat berharga bagi penerapan dan pengayaan materi Kerajinan Tangan dan Kesenian di Sekolah Dasar atau Taman Kanak-kanak.
 Oleh karena itu, pada buku ini tidak sepenuhnya mengacu pada kurikulum Kertakes SD, tetapi lebih luas dan mendasar. Pada bahasan praktika diberikan beberapa pilihan tugas berkarya bagi Guru (calon guru) yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran Kertakes.
Seni merupakan ajang atau wadah untuk mengekspresikan emosi atau perasaan seseorang. Jadi disinilah seseorang bisa bebas meluapkan emosinya sesuai keinginan dengan berbagai macam karya seni yang juga mengandung unsur keindahan.
Didalam sebuah karya seni tentunya memiliki nilai estetik (keindahan) objek yang dapat di amati secara kasap mata oleh orang yang awam (tidak memiliki latar belakang seni apapun) dan diamti secara mendetail oleh seseorang dengan latar bekakang seni yang sudah ada pada diri. Terdapat berbagai macam nilai estetik dalam seni disini didalam makalah ini kami akan membahas dari macam estetika diantaranya estetika kontemporer dan estetika timur. Estetika Kontemporer ialah nilai keindahan yang terdapat didalam karya seni rupa kontemporer (modern) yang pada hakikatnya telah dipengaruhi oleh dampak modernisasi yang dewasa ini telah berkembang dengan begitu pesatnya. Sedangkan
Estetetika Timur merupakan pembahasan keindahan menurut pandangan di Timur dilakukan berdasarkan kebudayaan tertua yang dipandang paling mendominasi perkembangan peradaban Timur di masa lalu. Ada tiga kebudayaan tertua dan membawa pengaruh luas terhadap perkembangan kebudayaan, termasuk falsafah tentang keindahan di belahan

bumi bagian timur, yaitu Cina, Timur Tengah (Islam), dan India. Dalam pembahasan kali ini kelompok kami memilih kajian Estetika timur dari India.

B.       Rumusan Masalah
1.                  Apakah yang dimaksud dengan Estetika?
2.                  Apakah yang dimaksud dengan Estetika Kontemporer?
1)   Bagaimanakah Ciri-ciri Seni Rupa Kontemporer?
2)   Apasajakah Aliran-Aliran yang terdapat pada Seni Rupa Kontemporer?
3.                  Apa yang dimaksud dengan Estetika Timur?

C.      Tujuan Penulisan Makalah
1.   Mengetahui Pengertian Estetika.
2.  Mengetahui Estetika Kontemporer.
1)      Mengetahui Ciri-ciri Seni Rupa Kontemporer
2)      Mengetahui Aliran-Aliran Seni Rupa Kontemporer
3. Mengetahui pengertian Estetika Timur

D.      Manfaat Penulisan Makalah
Adapun manaat dari penyusunan makalah ini adalah
1.         Mahasiswa dapat mengetahui pengertian estetika.
2.         Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan estetika kontemporer.
3.         Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan estetika timur.






 BAB II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Estetika
Estetika adalah salah satu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai Estetika adalah filosofi. Estetika merupakan cabang yang paling dekat dengan Filsafat seni.
Estetika berasal dari bahasa Yunani (aistheike). Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlibe Baumgarten pada tahun 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. Estetika dibagi menjadi tiga hal, yaitu : studi mengenai fenomena Estetis, Studi mengenai Fenomena Persepsi, dan Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman Estetis.
Ini adalah salah satu pernyataan mengenai estetika dirumuskan oleh clive Bell yang berpendapat bahwa “ Keindahan hanya dapat ditemukan oleh orang yang dalam dirinya sendiri telah memiliki pengalaman sehingga dapat mengenali wujud bermakna dalam satu benda atau karya seni tertentu dengan  getaran atau rangasangan keindahan.

B.     Estetika Kontemporer
Kata “Kontemporer” yang berasal dari kata “co” (bersama) dan “tempo” (waktu). Sehingga menegaskan bahwa seni kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui.
Seni Kontemporer adalah satu cabang seni yang terpengaruh dampak modernisasi. Kontemporer itu artinya Kekinian, Modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang saat ini. Jadi, seni Kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman. Lukisan Kontemporer adalah karya yang secara tematik merefleksikan situasi waktu yang sedang dilalui. Misalnya Tarian yang lebih kreatif dan modern.
Bennedotte Croce mengemukakan teori estetikanya dalam sebuah sistem filosofis dari idealisme. Segala sesuatu yan indah adalah ideal, yang merupakan aktivitas pikiran. Aktivitas pikiran dibagi menjadi dua yaitu yang teoritis (logika dan estetika), dan yang praktis (ekonomi dan etika).
Menurut Croce, estetika adalah wilayah pengetahuan intuitif. Satu intuisi merupakan sebuah imajinasi yang berada dalam pikiran seniman. Teori ini menyamakan seni dengan intuisi. Hal ini jelas menggolongkan seni sebagai satu jenis pengetahuan yang berada dalam pikiran, satu cara menolong penciptaan kembali seni di alam pikiran apresiator.
Filsuf Amerika, George Santayana, mengemukakan sebuah estetika naturalistis. Keindahan disamakan dengan kesenangan rasa, ketika indera menyerap obyek-obyek seni.
Estetika Kontemporer adalah dimensi waktu yang terus bergulir  mengikuti perkembangan masyarakat dengan zamannya. Dengan ciri-ciri salah satunya yaitu seni bukan meniru alam, tapi menggubah alam menjadi karya seni.
1.      Ciri-ciri Seni Rupa Kontemporer
Ciri-ciri seni kontemporer antara lain sebagai berikut:
1.      Seni bukan meniru alam, tapi menggubah alam menjadi karya seni.
2.      tema-tema sosial dan politik menjadi hal yang lumrah dalam tema berkarya seni.
3.      masa seni rupa modern kesenian itu abadi maka masa kontemporer kesenian dianggap kesementaraan.
4.      Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.



2.      Aliran-Aliran Seni Rupa Kontemporer
Dalam Perkembangan Seni Rupa Kontemporer terdapat beberapa aliran-aliran seni didalamnya. Bebrapa aliran yang terdapat dalam seni rupa kontemporer diantaranya sebagai berikut :
1)         Simbolisme
Simbiolisme adalah yang memakai symbol (lambang) untuk mengekspresikan  sebuah ide – ide menjadi sesuatu yang sangat menarik .
Dalam hasil karya para seniman yang digolongkan sebagai penganut simbolisme sumbangan seniman sendiri menjadi sedemikian besar sehingga “obyek” lukisan atau lain karya seninya hanya samar-samar saja memperlihatkan “obyek” luar yang “mau digambarkan”. “obyek luar” itu hanya menjadi alasan saja untuk menggambarkan inti ilham seniman; dan hasil karyanya menjadi lambang (“symbol”) dari apa yang ada dalam bayangannya.
Tokoh-tokoh dalam aliran Simbolisme : Pelukis William Blake (Inggris), Pierre Puvis de Chabannes (Perancis), Jan Toorop (Belanda). Contoh gambar dalam aliran seni Simbolisme.


Gambar Lukisan Hardi “Pedagang Asongan” 1988 Oil and Acrilic On Canvas 145 x 150 cm

2)         Fauvisme dan Surealisme
Fauvisme berasal dari bahasa  Prancis “Les Fauves”, yang artinya binatang liar. Merupakan sebuah Aliran seni yang  sangat mengungkapam kebebasan berekspresi, sehingga banyak objek lukisan yang dibuat kontras dengan aslinya.
Ciri-ciri aliran Fauvisme sebagai berikut :
1.    Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan
2.    Penggunaan garis dalam fauvisme disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang jelas dan kuat.
Dalam aliran ini menghargai  ekspresi  dalam menangkap suasana yang hendak dilukis.Pelukis fauvis berpendapat bahwa harmoni warna yang tidak terpaut dengan kenyataan di alam justru akan lebih memperlihatkan hubungan pribadi seniman dengan alam tersebut.
Segala hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis. Aliran Fauvisme populern pada periode 1904 hingga 1907.
Tokoh-tokoh dalam aliran Fauvisme sebagai berikut : Henri Matisse, Henri Manguin, Charles Camoin, Maurice de Vlaminck , Henri Evenepoel . Contoh lukisan dari lairan Fauvisme :

Maurice de Vlaminck - "The Yellow Brick Road" (1912)

Surealisme   adalah aliran seni lukis yang sangat menampilkan sosok natural yang diolah  menjadi sebuah objek dalam alam mimpi .
Ciri-ciri dalam aliran surealisme sebagai berikut :
1.      Seni surealisme memiliki keyakinan bahwa karena bebas dari aturan, pikiran cenderung lebih imajinatif dalam ide-ide yang dihasilkannya.
2.      Kebanyakan seniman yang melukis dalam bentuk surealis, menggunakan asosiasi bebas menggunakan salah satu dari dua metode berekspresi, Absolute Surrealism dan Veristic Surrealism.
Surealisme berkembang antara dua perang dunia, yang memberikan kesan bahwa tidak ada lagi pegangan bagi manusia, semua yang yang ada dan dilukiskan sehingga menimbulkan anggapan bahwa tidak ada sesuatu yang masuk akal.Pelukis aliran ini berusaha untuk mengabaikan bentuk secara keseluruhan kemudian mengolah setiap bagian tertentu dari objek untuk menghasilkan sensasi tertentu yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Tokoh-tokoh dalam aliran Surealisme yakni : Ernst, Max (1891-1976), Miro, Juan (1893-1983), Dali, Salvador(1904-1989), Chirico, Giorgio de (1888-1978), Ivan Sagito.


Gambar Lukisan Ivan Sagito “Meraba Diri” 1988 Oil On Canvas 72 x 90 cm

3)         Kubisme
Kubisme adalah aliran seni lukis yang sangat mengungkapan  bahwa segala bentuk yang terwujud dari sebuah benda –benda geometris seperti kubus, bola, segi tiga, kerucut dan biasanya paling banyak dipakai adalah kubus.
Ciri-ciri aliran Kubisme sebagai berikut :
1.    Banyak memakai bidang ruang dan geometris
2.    Gambarnya selalu kelihatan ceria.
Kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso (1881-1973) dan George Braque (1882-1963).
Dalam tahap perkembangan awal, Kubisme mengalami fase Analitis yang dilanjutkan pada fase Sintetis. Pada 1908-1909 Kubisme segera mengarah lebih kompleks dalam corak yang kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering diberi istilah Kubisme Analitis karena objek lukisan harus dianalisis. Semua elemen lukisan harus dipecah-pecah terdiri atas fase-fasenya atau dalam bentuk kubus.
Objek lukisan kadang-kadang setengah tampak digambar dari depan persis, sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang diekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan mata yang seharusnya tampak dari depan.
Tokoh-tokoh dalam Kubisme adalah sebagai berikut :
Selinder Picasso, Pablo (1881-1973), Braque, Georges (1882-1963), Gris, Juan  (1887-1927), Mochtar Apin (1923 - 1994),

Gambar Lukisan Mochtar Apin “Pasar (market)”  Oil On Canvas 50x67cm

4)         Seni Abstrak
 Abstrak adalah Aliran seni lukis yang beranggapan bahwa dalam setiap gambarnya tidak ban yak bentuk yang tidak menyamai bentuk  dari alam melainkan imajinasi dari sang seniman sendiri.  
Ciri-ciri aliran abstrak yaitu :
1.   Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni, tanpa terikat dengan wujud di alam. Selain itu hasil karya seni hanya dapat berarti sebagai karya seni bagi orang yang melihat, mendengar atau membacanya sesuai dengan kemauan dan selera setiap orang.
Tokoh-tokoh dalam abstrak adalah sebagai berikut :
Kandinsky, Wassily(1866-1944), Delaunay, Robert (1885-1941),  Delaunay-Tesk, Sonia (1885-1979), Malevitch (!878-1935), Mondrian (1872-1944), Affandy Koesoema (1907 - 1990)


Gambar Lukisan Affandy Koesoema  “Ayam Tarung” 1979

C.    Estetika Timur
Estetetika Timur merupakan pembahasan keindahan menurut pandangan di Timur dilakukan berdasarkan kebudayaan tertua yang dipandang paling mendominasi perkembangan peradaban Timur di masa lalu. Ada tiga kebudayaan tertua dan membawa pengaruh luas terhadap perkembangan kebudayaan, termasuk falsafah tentang keindahan di belahan bumi bagian timur, yaitu Cina, Timur Tengah (Islam), dan India.
  1. Pandangan Keindahan di Cina
Bahwa konsep keindahan bangsa Cina berlandas pada kepercayaan Tao. Setiap barang buatan/ciptaan manusia dipandang indah jika merefleksikan kesadaran Tao. Namun demikian, keindahan pada sebuah karya tidak dipandang sebagai totalitas yang sempurna. Potensi buruk dianggap selalu hadir pada karya yang indah. Demikian pula sebaliknya, pada karya yang buruk dipandang memiliki potensi keindahan. Pandangan ini dibentuk oleh filsafat Yin dan Yang yang dianggap mengandung seluruh aspek kehidupan manusia.
Filsafat Yin dan Yang disimbolkan dengan sebuah lingkaran yang mengandung dua unsur, seperti gambar di bawah ini.

Bagian yang hitam menyimbolkan Yin sedangkan bagian yang putih menyimbolkan Yang. Di dalam Yang ada titik Yin. Demikian pula sebaliknya, di dalam Yin ada Yang.Artinya, tidak ada sesuatu yang seluruhnya (100 %) baik atau buruk, tak ada sesuatu yang seluruhnya indah atau jelek.
Filsafat Yin dan Yang menunjukkan bahwa estetikapun pada akhirnya selalu relatif. Di dalam jiwa manusia yang gersang rasa keindahan sesungguhnya masih mungkin dihidupkan roh keindahannya apabila yang bersangkutan mempunyai kekuatan untuk mengubahnya. Sebaliknya, mereka yang berbakat menciptakan keindahan justru dapat kehilangan daya estetiknya apabila kemampuannya tidak pernah dimanfaatkan.

  1. Pandangan Keindahan di Timur Tengah
Berdasarkan kecenderungan ekspresi estetik yang menghindari pertentangan dengan ajaran Islam itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa keindahan dalam konteks seni menurut pandangan Islam (Timur Tengah) haruslah tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Sesuatu dapat dikatakan indah apabila sejalan dengan ajaran Islam.
        Al-Gazali  berkesimpulan bahwa, "Segala sesuatu yang indah itu dicintai, karena keindahan itu memberi kesenangan". Pada penjelasan kemudian tampak bahwa keindahan itu dipandang senantiasa seiring dengan kesempurnaan.


Mohamad Alwahibi
Lukisan Timur Tengah

  1. Pandangan Keindahan India
India merupakan negara dan bangsa yang memiliki pandangan seni (dan estetika) yang berbeda dalam beberapa hal dengan bangsa Eropa. Sebagai contoh, penggambaran patung di Barat (Eropa) yaitu pada jaman Yunani, merupakan bentuk manusia ideal, atau mengutamakan keindahan bentuk. Di India patung tidak selalu serupa dengan manusia biasa, misalnya Durga, Syiwa dengan empat kepala, dan lain-lain.
Pemikir Khasmir, Bhatta Nayaka berpendapat bahwa pengalaman estetik adalah semacam jatuhnya wahyu, artinya kebekuan rohani kita tersingkirkan sehingga kita dapat melihat kenyataan dengan cakrawala yang luas. Menurutnya, hakikat rasa bukanlah meniru, melainkan melepaskan kenyataan dari keterikatan ego dan menjadikannya pengalaman umum. Lewat pengalaman estetik, horizon kita diperluas, rasa yang diwahyukan itu bukan persepsi akal budi melainkan suatu pengalaman yang penuh dengan kebahagian, akhirnya kesadaran pribadi melenyap, maka ia akan sampai kepada Brahmana Tertinggi.
        Dari ucapan terakhir ini tampak juga suatu ciri lain dari alam pikiran India, yakni kesadaran bahwa pengalaman estetik tidak jauh dari pengalaman religius. Di dalam pengalaman estetik pun kenyataan seolah-olah mengalami suatu transformasi, memperoleh suatu arti yang serba baru, namun itu hanya untuk sementara. Pengalaman estetik tidak bersifat langgeng, lain dengan yang terdapat di dalam pengalaman religius. Di dalam pengalaman religius, tali-temali "Aku" dan "Milikku" sudah terurai sama sekali, sedangkan di dalam pengalaman estetik proses penguraian baru dimulai. Kenikmatan estetis selalu dibayangi oleh suatu rasa kurang tenang dan tentram.
        Oleh karena itu Kaum Budhisme , manusia diserukan mempergunakan konsep kesederhanaan dan meminta segala sesuatu secukupnya. Konsep inilah kemudian yang melandasi estetika Budhisme yang tercermin pada seruan yang mengatakan, buatlah segala sesuatu itu seminimal mungkin dan bersahaja. Atas pengaruh konsep inilah sehingga jarang ditemukan kerumitan dalam estetika Budha.


Lukisan Visvantara Jataka, gua 17 abad 5, Ayanta


(Gambar  Patung Budha. Simbolistis, lambang keluhuran budi pekerti)






BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk dan bagaimana seseorang bisa merasakannya
Estetika Kontemporer adalah dimensi waktu yang terus bergulir  mengikuti perkembangan masyarakat dengan zamannya.Dengan ciri-ciri salah satunya yaitu Seni bukan meniru alam, tapi menggubah alam menjadi karya seni.
Ciri-ciri seni kontemporer antara lain sebagai berikut : (1) Seni bukan meniru alam, tapi menggubah alam menjadi karya seni. (2) tema-tema sosial dan politik menjadi hal yang lumrah dalam tema berkarya seni. (3) masa seni rupa modern kesenian itu abadi maka masa kontemporer kesenian dianggap kesementaraan. (4) Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman.
Bebrapa aliran yang terdapat dalam seni rupa kontemporer diantaranya sebagai berikut : Simbolisme, Fauvisme dan Surealisme, Kubisme, Seni Abstrak
Estetetika Timur merupakan pembahasan keindahan menurut pandangan di Timur dilakukan berdasarkan kebudayaan tertua yang dipandang paling mendominasi perkembangan peradaban Timur di masa lalu. Ada tiga kebudayaan tertua dan membawa pengaruh luas terhadap perkembangan kebudayaan, termasuk falsafah tentang keindahan di belahan bumi bagian timur, yaitu Cina, Timur Tengah (Islam), dan India.
Pandangan keindahan di cina, bahwa konsep keindahan bangsa Cina berlandas pada kepercayaan Tao. Setiap barang buatan/ciptaan manusia dipandang indah jika merefleksikan kesadaran Tao. Namun demikian, keindahan pada sebuah karya tidak dipandang sebagai totalitas yang sempurna. Potensi buruk dianggap selalu hadir pada karya yang indah.
Pandangan Keindahan di Timur Tengah, berdasarkan kecenderungan ekspresi estetik yang menghindari pertentangan dengan ajaran Islam itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa keindahan dalam konteks seni menurut pandangan Islam (Timur Tengah) haruslah tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Sesuatu dapat dikatakan indah apabila sejalan dengan ajaran Islam.
Pandangan Keindahan di India, pengalaman estetik tidak jauh dari pengalaman religius. Di dalam pengalaman estetik pun kenyataan seolah-olah mengalami suatu transformasi, memperoleh suatu arti yang serba baru, namun itu hanya untuk sementara. Pengalaman estetik tidak bersifat langgeng, lain dengan yang terdapat di dalam pengalaman religius. Kaum Budhisme , manusia diserukan mempergunakan konsep kesederhanaan dan meminta segala sesuatu secukupnya. Konsep inilah kemudian yang melandasi estetika Budhisme yang tercermin pada seruan yang mengatakan, buatlah segala sesuatu itu seminimal mungkin dan bersahaja. Atas pengaruh konsep inilah sehingga jarang ditemukan kerumitan dalam estetika Budha.


B.       Saran
Terdapat berbagai macam seni di dunia ini, alangkah baiknya jika kita juga mempelajari tentang seni – seni yang berkembang mengikuti jaman, senagai calon pendidik kita harus memiliki wawasan yang luas mengenai seni.









DAFTAR RUJUKAN


Florean, Muhammad Reyhan . 2015. Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan   STKIP PGRI Tulungagung, (online), (http://psrkpgsdstkippgritulungagung.blogspot.co.id/) , diakses pada 23 September 2016 Pukul 09.35 WIB

http://galeri-nasional.or.id/collections/752-pedagang_asongan Diakses pada 30 September 2016 Pukul 10.50 WIB
http://galeri-nasional.or.id/collections/174-meraba_diri Diakes pada tanggal 30 September 2016 Pukul 11.00 wib


http://adirozal.blogspot.co.id/2012/06/sejarah-seni-rupa-timur.html Diakses pada tanggal 2 oktober 2016 Pukul 11.30 wib


http://zaludi.blogspot.co.id/2012/04/fauvisme-1905.html Diakses pada tanggal 30 September 2016 Pukul 11.45 wib



http://zirakarisma.blogspot.co.id/2014/01/artikelseni-lukisan-karya-affandi.html Diakses pada tanggal 30 September 2016 Pukul 12.30 wib

Tidak ada komentar:

Posting Komentar